Desa Penglipuran Bali – Para penelusur, kalian bosan ga sih kalo liburan ke Bali pasti datang ke pantai terus ujung-ujungnya? Buat kalian yang merasa bosan, ada pilihan lain nih.

Pulau Bali juga menawarkan wisata desa adat, Desa Penglipuran Bali, desa ini menawarkan suasana adat Bali yang kental lho. Selain itu di sini juga kalian akan melihat kawasan permukiman adat yang tertata dengan rapi dan sangat terkonsep dengan baik.

Di desa adat Penglipuran Bali ini para pengunjung dilarang menggunakan kendaraan. Namun tak perlu khawatir, karena pengunjung yang membawa kendaraannya bisa diparkirkan di pelataran Penglipuran yang lumayan luas untuk menampung kendaraan.

Lokasi Desa Penglipuran Bali yang terletak di Bangli ini berada di ketinggian 600 – 700 meter dari permukaan laut, sehingga suasana di desa ini masih sejuk dan masih terasa asri.

Tiket masuk Desa Penglipuran

Desa Adat Penglipuran Bali
@inengahsuarna

Suasana pedesaan yang sangat nyaman dinikmati akan membuat wisatawan betah untuk menjelajahi Desa Penglipuran Bali ini. Untuk tiket masuk ke Desa Penglipuran ini tarifnya cukup murah kok, turis lokal akan dikenakan biaya Rp 7.500, sedangkan untuk turis asing akan dikenakan biaya Rp 10.000. dan untuk biaya parkir kendaraan dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000.

Saat memasuki area Desa Adat Penglipuran ini kalian akan melihat jalan utama yang membelah desa dengan deretan gerbang atau pun pintu masuk menuju rumah-rumah adat di Desa Penglipuran ini. Rumah-rumah di sini terbuat dari batu alam yang dihiasi rerumputan di sepanjang jalan perumahan di desa wisata.

Deretan pohon kamboja Bali di kanan dan kiri jalan juga menambah keindahan desa ini. Pintu masuk di setiap rumah pun di desain dengan bentuk yang serupa, atau biasa disebut angko-angko. Tiap-tiap gerbang rumah di desa wisata di sini ditempeli tulisan keterangan nama pemilik rumah dan anggota keluarganya, agar memudahkan pengunjung mengenali pemilik rumah.

Jalan utamanya terus menanjak, disertai dengan undak-undakan dan di ujungnya terdapat pura. Di dalam rumah yang kita kunjungi ternyata kita dapat menemukan beberapa pengrajin yang sedang membuat beragam kerajinan khas Bali.

Namun para pengrajin di desa wisata ini tidak menjual hasil kerajinan mereka di sepanjang jalan desa wisata Penglipuran ini. Para pengrajin justru menjual kerajinannya di dalam rumah karena mereka tidak diperbolehkan untuk menjual kerajinannya di sepanjang jalan supaya desa wisata Bali ini akan tetap terjaga kerapihan dan keasriannya.

Keunikan Desa Penglipuran

Keunikan Desa Adat Penglipuran
@riwan_04

Di bagian dalam rumah yang ada di Desa Penglipuran Bali ini memiliki bangunan yang berbeda. Seperti bangunan rumah utama, bale-bale, dapur, jineng yang digunakan untuk lumbung padi, dan tempat suci untuk pemujaan. Ada pula konsep/pakem yang harus ditaati. Misalnya, tentang arah dan lokasi dari masing-masing bangunan.

Yang lebih menarik, di setiap rumah di desa wisata Penglipuran Bali ini terdapat tempat pemujaan berupa pura mini. Terdapat juga sebuah pura yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat Desa Adat Penglipuran. Sama Seperti desa adat lainnya, banyak ritual keagamaan yang terselenggara di sini.

Ada pula ritual yang dilakukan setiap hari. Meski zaman terus berubah, namun adat dan budaya Bali yang ada di desa ini masih tetap terpelihara dengan baik. Juga tak ketinggalan, kearifan warga lokal di Desa Wisata Penglipuran ini masih terasa kental.

Oya, di Desa Wisata Penglipuran ini juga disediakan tempat sampah di setiap sisi jalannya, agar para pengunjung juga berperan untuk menjaga keasrian desa wisata Bali ini dan di harapkan tetap rapi dan bersih.

Waktu Terbaik Mengunjungi Desa Penglipuran

Waktu Terbaik Mengunjungi Desa Penglipuran
@louxyaprl

Jika kalian ingin mengunjungi desa wisata ini dan berniat untuk mengeksplor keindahan Desa Adat Penglipuran, sebaiknya kalian datang ketika menjelang Hari Raya Galungan yang diperingati setiap enam bulan sekali. Di hari raya ini, desa wisata ini akan terlihat makin cantik dengan kehadiran penjor di tiap-tiap rumah. Dan saat hari raya, sejumlah gadis akan memakai pakaian adat yang membawa banten menuju pura membuat adat Bali makin kental terasa.

Selain menikmati keindahan alam desa wisata Penglipuran Bali ini, kalian juga bisa mencicipi minuman tradisional yang sudah popular di desa wisata ini. Minuman ini bernama loloh cemceman, rasanya yang pedas, namun sangat menyegarkan, minuman ini berwarna hijau, karena terbuat dari daun cemceman. Meminum loloh cemceman dingin setelah lelah berkeliling desa ini akan mengembalikan stamina dan kesegaran kalian lho, jadi wajib di coba ya kalo datang ke sini.

Cara terbaik menuju desa Penglipuran Bangli ini sebaiknya kalian menggunakan jasa rental mobil plus sopir agar tidak tersesat di jalan, bisa juga nyewa motor atau mobil dan membawanya sendiri jika kalian sudah mengerti lokasinya.

Seru ya liburan di Desa Adat Penglipuran Bali, selain kita juga diajarkan untuk tetap menjaga adat, budaya kita sendiri, di sini kita juga diajarkan untuk tetap selalu menjaga kebersihan agar lingkungan kita tetap terjaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here