Desa Trunyan Bali. Selain terkenal dengan pantai-pantainya yang menawan, ternyata Bali juga punya destinasi unik sekaligus membuat bulu kuduk merinding dan tentunya bikin wisatawan penasaran. Coba bayangkan, di Desa Trunyan Bali ini banyak tengkorak bertebaran di atas tanah, namun tak sedikit pun bau bangkai tercium. Kok bisa ya?

Di sinilah letak keunikannya, dan bisa dibilang ini satu-satunya lho di Indonesia. Mayat di tempat ini tak ada satu pun yang dikubur di dalam tanah namun udaranya semerbak wangi. Jika biasanya dibakar layaknya upacara Ngaben ala Bali, tapi tidak di desa ini. Jenazah di Desa Trunyan Bali dibiarkan begitu saja di atas tanah. Mayat-mayat ini hanya ditutup ancak saji yang terbuat dari dedaunan.

Kuburan Di Desa Trunyan Bali
sewavilladibali.com

Jika kebanyakan kuburan selalu ada pohon kambojanya, tapi di Desa Trunyan Bali ini tak ada sedikitpun aroma bunga kamboja. Namun yang membuat wangi adalah Taru Menyan, pohon raksasa asal nama Desa Trunyan yang mampu menetralisir bau busuk mayat dan konon kabarnya pohon ini hanya tumbuh di daerah ini ini yang menyebabkan tak ada bau bangkai tercium di sini meskipun tengkorak dan tulang-belulang berserakan.

Masyarakat Desa Trunyan memang mempunyai tradisi pemakaman yang berbeda, namun adat Desa Trunyan juga mengatur cara penguburan mayat bagi warganya yang dibagi menjadi 3 kuburan (sema) yang yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda.

  1. Sema Wayah : diperuntukkan bagi warganya yang meninggal secara wajar dan mayatnya akan ditutupi kain putih serta diupacarakan kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan
  2. Sema Bantas : diperuntukkan bagi warganya yang meninggal secara tidak wajar seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang.
  3. Sema Muda : diperuntukkan bagi warganya yang masih bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah.

Tradisi Di Desa Trunyan Bali

Tradisi di Desa Trunyan Bali ini sudah ada ratusan tahun lamanya namun dengan syarat, mayat harus utuh dan meninggal secara normal. Tak ada luka atau penyakit. selain itu Jumlah jenazah yang ditutup ancak saji hanya 11, tak akan bertambah maupun berkurang.

Jika sudah penuh, tulang-tulangnya digeser sehingga tengkorak pun berkumpul di bagian ujungnya. Mesti terdengar menyeramkan, tapi tak sedikit wisatawan yang penasaran dan ingin mengunjunginya.

Lokasi Desa Trunyan Bali
griyasari.com

Desa Trunyan Bali ini terletak di sebelah barat Danau Batur yang juga berdekatan dengan Gunung Batur dan disebut-sebut desa ini adalah desa tertua di Bali. Untuk menuju ke sana bisa menggunakan jalur danau dan ada dua cara yaitu melewati Desa Trunyan Bali yang dapat memakan waktu sekitar 15 menit dan lewat Pelabuhan Kedisan akan memakan waktu sekitar 45 menit.

Kalian bisa menyewa kapal boat termasuk menyewa seorang pemandu wisata dalam satu paket jasanya.

Perjalanan Ke Desa Trunyan Bali
wisatabaliutara.com

Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi Desa Trunyan Bali yang bikin bulu kuduk merinding sekaligus penasaran ini?Kapan-kapan kamu harus ke sana untuk menikmati destinasi wisata Bali yang mendunia. Ayo telusuri Indonesiamu!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here