Menara Siger: Ikon Lampung yang Menarik di Titik Nol Selatan Sumatera

Menara Siger. Lampung memang bukan kota tujuan wisata seperti Bandung, Jogja dan Bali. Tapi saat ini kota yang berada di selatan Pulau Sumatera ini terus berbenah membangkitkan potensi wisatanya. Dan ternyata banyak juga yang berwisata di kota ini termasuk orang-orang dari Jakarta karena jaraknya tidak terlalu jauh.

Sebagian dari mereka mulai melirik wisata Lampung yang saat ini jadi perbincangan di sosial media. tapi, banyak orang Lampung yang beranggapan kalau ke Lampung gak mengunjungi Menara Siger itu rasanya gak berasa ke Lampung.

Jadi penasaran, kan?

Menara Siger adalah sebuah bangunan unik yang menjadi ikon Kota Lampung. Siger adalah adalah mahkota yang sering dipakai oleh pengantin wanita Lampung yang berbentuk segitiga berwarna emas dan biasanya memiliki cabang atau lekuk berjumlah sembilan atau tujuh.

Jika kalian datang dari Pulau Jawa dan menggunakan kapal feri untuk menyeberang, maka kalian akan melihatnya dari kejauhan sebelum kapal mulai bersandar di Pelabuhan Bakauheni. Menara ini bisa terlihat dari kejauhan karena letaknya yang di atas bukit dan warnanya yang cerah dapat tertangkap oleh mata.

Menara Siger Lampung
Menara Siger Lampung via disgovery.com

Setelah kapal bersandar di Pelabuhan Bakauheni, kalian hanya menempuh jarak yang relatif dekat dan gak sampai sepuluh menit. Nah, setelah kalian menjejakkan kaki di Menara Siger, barulah kalian tau kenapa masyarakat lampung begitu membanggakan bangunan unik ini.

Di sini kalian bisa memandang laut lepas, aktivitas pelabuhan dan hamparan perkebunan yang begitu hijau dari ketinggian. Dengan view yang seperti ini, rasnya sangat rugi kalo kalian enggak mengabadikannya. Setuju? Hehe..

Menara Siger yang menjadi ikon Lampung ini dibangun sejak 2005 dan pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp. 15 miliar. Wow!

Selain itu letaknya juga berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Menara Siger yang kala itu diresmikan gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. pada 30 April 2008 merupakan penanda titik nol Sumatera di bagian selatan.

Menara Siger Lampung dilihat dari udara
Menara Siger Lampung dilihat dari udara

Maha karya arsitek asli Lampung, Ir. Hi. Anshori Djausal M.T. ini terdiri atas enam lantai yang menjadi area stan seluruh kabupaten/kota se-Lampung. Menara Siger yang dibangun di sebelah barat Pelabuhan Bakauheni itu dilengkapi sarana informasi peta wisata di Lampung.

Bagaimana? Tertarik untuk berwisata ke lampung dan mengunjungi menara siger yang menawarkan view laut lepas ini?

Tinggalkan komentar