• Home
  • Papua
  • Kepulauan Raja Ampat Papua Barat, Lebih Dari Sekadar Keindahan Bawah Laut

Raja Ampat – Destinasi wisata di Papua Barat ini terkenal di seluruh dunia. Gugusan gunung karang menyembul dari laut hijau, seperti deretan pilar penyangga langit. Itulah pemandangan alam Kepulauan Raja Ampat Papua Barat.

Bukan hanya keindahan alam yang membuat destinasi Kepulauan Raja Ampat ini terkenal di seluruh penjuru dunia. Raja Ampat -atau “empat raja” nama kawasan untuk pulau: Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool – adalah istana bagi 1.437 spesies ikan karang, 42 jenis udang, dan 9 spesies paus.

Di kawasan Raja Ampat ini tinggal 537 spesies terumbu karang, mencakup 75 persen dari seluruh spesies koral dunia, yang menjadikan Kepulauan Raja Ampat sebagai taman laut dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Namanya pun menjadi tujuan wisata bahari nomor wahid. Pangeran Albert dari Monako pernah menyelam di perairan Raja Ampat, akhir 2010 lalu.

Infografis WIsata Raja Ampat

Infografis Wisata Raja Ampat

Sebagai destinasi wisata bahari, Kepulauan Raja Ampat memanjakan para penyelam dengan 45 titik menyelam (dive spot), yang satu lokasi terbaik ada di Manta Point di Pulau Mansuar yang dikenal sebagai tempat kumpul favorit pari.

Bagaimana degan pelancong yang tidak bisa berenang? Raja Ampat lebih dari sekadar keindahan bawah laut. Karena itu, di sini kita akan bercerita tentang kegiatan wisata lainnya yang asik dilakukan di Kepulauan Raja Ampat.

Sebagai panduan, tulisan ini merupakan petilan dari buku Wisata Bahari Indonesia yang memuat tips perjalanan ke Kepulauan Raja Ampat, bagaimana mencapai tempat wisata ini, akomodasi, kuliner di Raja Ampat, dan hal lainnya yang penting untuk diketahui sebelum menyambangi Raja Ampat.

Keunikan Raja Ampat

Perahu merapat di dermaga Pos Konservasi Pulau Wayag, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, pertengahan Mei lalu. Lima hiu sirip hitam menyambut kedatangan kami. Kawanan hiu berukuran sekitar satu meter itu mondar mandir bersama puluhan spesies ikan lain di perairan pantai berpasir putih tersebut.

Ikan Hiu Hitam Di Raja Ampat

Ikan Hiu Hitam di perairan Raja Ampat @rajaampatholidays

Petugas konservasi menantang kami beruji nyali berenang bersama lima sekawan itu.

“Mereka jinak,“ ujar Nikson Daat, 22 tahun, tentang Carchanhinus limbatus – nama Latin hiu itu.

Tanpa pikir panjang, saya melepas kaus, menyalakan kamera, dan langsung nyemplung. Byuun... Airnya sejuk. Walau matahari bersinar terik, hawanya tetap adem, 29 derajat Celsius.

Ternyata hiu berusia kira-kira empat tahun itu malu-malu kucing. Mereka ngacir. Sementara itu, kawanan kuwe mengerubungi saya, berharap remah roti, sisa mie instan, atau apa saja yang bisa dilahap. Mungkin karena ngiri melihat teman-temannya dapat ransum, satu persatu hiu nongol lagi . Mereka hilir mudik dengan menjaga jarak sekitar dua meter dari saya.

Bagi warga Raja Ampat, hiu adalah teman. Siang itu, Nikson dan kawan kawan menyiangi ikan cakalang. Lima sekawan itu berebut menyambar setiap jeroan yang dilempar. Nikson lalu mengajak mereka bercanda. Sebongkah jeroan dia ikat untuk memancing hiu ke bibir pantai.

Setiap Nikson kalah cepat, teman temannya menertawai. Melihat sirip hiu menyobek air, timbul perasaan kagum. Saya jadi teringat film Jaws besutan Steven Spielberg tentang wanita yang diserang seekor hiu. Ah, Jaws hanya khayalan berlebihan Spielberg, gumam saya dalam hati.

Raja Ampat-atau “empat raja” nama kawasan untuk empat pulau: Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool – adalah istana hiu. Sebanyak 1.437 Spesies ikan karang, 42 jenis udang. dan 9 spesies paus menghuni kawasan ini. Kabupaten seluas 9,8 juta hektare itu memiliki tujuh kawasan konservasi laut dengan luas gabungan 1,1 juta hektare. Sesuai dengan namanya, area itu merupakan tanah suci bagi penghuni laut. Satu teri pun tak boleh dibunuh.

Pantangan ini berawal dari kesepakatan adat untuk menutup perairan tersebut bagi penangkap ikan pada 17 November 2006. Ini bagian dari sasi pantangan mengambil hasil alam dari suatu tempat dalam periode tertentu. “Sehingga ada kesempatan bagi alam untuk memperbaiki diri,” kata Apolos Sewa, Ketua Dewan Adat Masyarakat Sorong, yang membawahkan Raja Ampat.

Menurut Apolos, masyarakat Papua secara turun temurun mengajarkan pelestarian alam lewat adat. Salah satunya adalah adanya pamali atau pantangan tertentu di beberapa tempat di perairan-biasanya dekat pulau.

Pelintas di atas perahu tidak diperbolehkan bersuara. Bahkan dayung pantang membentur badan perahu. Masyarakat setempat percaya bahwa melanggar pamali bisa mendatangkan musibah, seperti sakit atau seret hasil alam. Baru setelah dewasa, Apolos menyadari berbagai titik yang ditunjuk kakek dan ayahnya dulu adalah tempat tempat pemijahan ikan.

Di awal 2000 an, kata dia, banyak terumbu karang yang hancur akibat nelayan yang menggunakan bom dan racun. Kerusakan masif di tempat tinggal ikan karang itu berdampak pada menghilangnya ikan-ikan besar incaran nelayan.

Masyarakat suku Kawe – yang menghuni Pulau Waigeo bagian barat-mengawasi laut mereka dengan kapal pemberian lembaga swadaya masyarakat Conservation International, untuk memastikan sasi berjalan. Pemerintah Raja Ampat memperkuat aturan itu lewat peraturan daerah serta Kementerian Kelautan dan Perikanan via keputusan menteri. Semua pihak tunduk pada larangan tersebut.

Siang itu, di Pulau Wayag, kami yang kelaparan “cuma” bisa menyantap nasi, mi instan, dan telur dadar, sesuai dengan stok makanan di pos. Padahal ikan berseliweran di depan mata.

“Kalau masyarakat lihat kitong ambil ikan satu saja, mereka tidak mau lagi ikuti kitong punya saran,” ujar Nikson.

Kata-kata itu membuat saya tersentuh. Kami baru bisa menyantap ikan bakar setelah ada nelayan yang menjual hasil tangkapannya – berasal dari perairan non konservasi.

Tidak butuh waktu lama bagi alam untuk memperbaiki diri. Satu dua tahun setelah sasi, kerajaan terumbu karang Raja Ampat membaik. Di sanalah tempat tinggal 537 spesies terumbu karang, mencakup 75 persen dari seluruh spesies koral dunia, yang menjadikan Raja Ampat sebagai taman laut dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Namanya pun mendunia sebagai tujuan wisata bahari nomor wahid.

Pangeran Albert dari Monako ikut kepincut. Akhir 2010, dia mengunjungi kepulauan di ujung kepala burung Papua itu bersama 15 anggota keluarga dan rekannya. Selama sepekan, sang pangeran tinggal di kapal pesiar Seven Seas dan bolak balik menyelam. Dia juga mengunjungi pos konservasi di Pulau Wayag untuk bermain voli dan naik bukit karang.

“Beliau senang sekali bersantai di sini,” ujar Nikson. Sampai sampai dia memperpanjang jadwal kunjungannya satu hari di Wayag.

Keindahan Raja Ampat

"Keindahan

Di Raja Ampat, tanpa perlu berbasah-basah, kita bisa menikmati terumbu karang. Dari dermaga, warna-warni koral dan ikan-ikan penghuninya mudah terlihat. Ada kima alias kerang raksasa dengan bentang 1,5 meter. Ada ikan badut yang malu-malu mengintip dari sela anemone. Karena diberlakukan larangan membunuh, ikan-ikan di sana tidak menganggap manusia sebagai musuh. Contohnya, ya, lima sekawan hiu di Pulau Wayag tadi.

Magnet utama kepulauan Raja Ampat ini adalah menyelam untuk menyapa hiu dan pari. Terdapat lebih dari 45 titik penyelaman (dive spot) yang bisa dipilih. Satu lokasi ter baik ada di Manta Point di Pulau Mansuar, sekitar 40 menit naik perahu cepat dari ibu kota Waisai. Lokasi ini dikenal sebagai tempat kumpul favorit pari.

Bagi kamu yang belum memiliki sertifikat menyelam, atau bahkan takut air, jangan khawatir. Raja Ampat lebih dari sekadar keindahan bawah laut. Seperti Pangeran Albert, kamu bisa menyusuri jalan setapak di perbukitan di Desa Sawinggrai. Pulau Waigeo, untuk melihat burung cendera wasih.

Menurut warga, satwa yang dijuluki burung dari surga itu sangat pemalu. Mereka cuma ditemui di tempat dan waktu tertentu. Salah satunya di suatu pohon di perbukitan Sawinggrai saban pagi. “Paling cuma setengah jam, habis itu pergi lagi,” ujar Salmalina Mayor, 23 tahun. Di titik itu biasa ditemui selusin cenderawasih.

Satu daerah yang juga layak dikunjungi adalah Teluk Mayalibit. Pintu masuk teluk sempit, sekitar 350 meter, tapi bagian dalamnya bisa sepuluh kali lebih lebar, sehingga seperti membelah Pulau Waigeo. Kontur tersebut menyebabkan arus deras.

Saya menyempatkan diri menyelam di se kitar pintu masuk teluk. Rasanya seperti naik gunung. Kaki harus terus mengayuh supaya tidak terbawa arus. Cara lain adalah terus menempel di dasar laut. Di sini bisa ditemui baronang siganus (Stellatus laqueus). Ikan dengan bintik putih kecil di sekujur tubuhnya itu jarang ditemui di tempat lain di indonesia.

Mayalibit merupakan satu lokasi tersubur di Raja Ampat. Hawanya sejuk seperti di pegunungan, sore hari mencapai 27 derajat Celsius. Di sana terdapat batu “kelamin” yang terendam air, terdiri atas batu mirip alat kelamin pria di bagian atas dan mirip kemaluan wanita di bagian bawah.

Menurut Abraham Goram Gaman, petugas Conservation International yang menemani kami, warga menganggap batu itu keramat dan punya khasiat untuk kesuburan. “Kalau sulit punya anak, pegang ini, pasti langsung tokcer,” kata Abraham, yang orang tuanya berasal dari Teluk Mayalibit.

Jangan meninggalkan Raja Ampat sebelum menginjak puncak gunung karang di Pulau Wayag. Pulau ini termasuk titik terluar, terletak di 250 kilometer barat laut, sekitar lima jam perjalanan laut dari Sorong. Pulau ini paling jauh sekaligus paling cantiki Ujung barat tak berpenghuni karena tidak memiliki sumber air. Pulau ini berupa karang karang menjulang sampai setinggi 80 meter.

Saya dan fotografer Tempo, Amston Probel, memilih satu karang di tengah laguna. Karang itu lebih tinggi dari kebanyakan karang lain. “Tapi lokasinya paling bagus untuk ambil foto,” kata Amston. Butuh waktu 20 menit dan banyak kalori untuk memanjat – benar-benar memanjat – batu karang menjulang dengan sudut 75-80 derajat itu. Permukaan batunya tajam sehingga pendaki wajib mengenakan sepatu gunung.

Setelah entah berapa napas panjang dan tetesan keringat, kami mencapai puncak. Saya kehabisan kata-kata. Pemandangan yang terbentang di depan mata sulit dipercaya. Gugusan gunung karang menyembul dari laut hijau, seperti deretan pilar penyangga langit.

Di sela karang, dari ketinggian 75 meter, terlihat hiu berenang dengan gerakan kiri kanan yang anggun. Tidak ada satu pun manusia selain kami di sana. Pendaki gunung mana pun akan terpesona oleh keelokan alam ini. Letih dan linu yang mendera serasa hilang seketika.

Foto foto Raja Ampat yang mendunia di ambil dari titik itu. Di sana, mat kodak paling bahlul pun bakal mendapat jepretan ciamik.

Satu hal yang perlu diingat saat kamu berada di puncak adalah jangan memikirkan cara turun. Sama seperti naik, perjuangan menuruni gunung karang dengan permukaan tajam itu memeras keringat yang tidak kalah banyaknya.

Setelah empat hari menjelajahi eloknya Raja Ampat, ada rasa gundah saat perahu bergerak menjauhi kepulauan tersebut. Empat hari rasanya belum cukup, tapi kami harus pulang ke Jakarta. Raja Ampat akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Kegiatan Seru di Raja Ampat

Kegiatan Seru Di Raja Ampat

Kegiatan seru di Raja Ampat @rajaampatholidays

Menyelam, snorkeling, berlayar, bermain kayak, menjelajahi Kepulauan Raja Ampat dengan perahu, dan mengunjungi burung cenderawasih merah khas Papua. Selain itu, kita bisa menikmati pulau-pulau karang di sekitar Pulau Wayag, menjelajahi gua kelelawar, membuat patung kayu sendiri yang dipandu oleh perajin Asmat, dan memancing dengan cara tradisional.

Transportasi

Dari Jakarta menumpang pesawat terbang menuju Sorong, kota terbesar di Papua Barat. Pilihannya bisa Merpati Airlines, Lion Air, atau Express Air. Lewat pemesanan langsung ke counter Merpati, kami mendapat tiket pulang pergi Rp 3,3 juta per orang. Penumpang berganti pesawat di Makassar dengan waktu transit kurang dari satu jam. Total penerbangan Jakarta Sorong enam jam.

Dari Bandar Udara Domine Eduard Osok, kita bisa menumpang taksi menuju pelabuhan. Keahlian menawar, plus tampang percaya diri, sangat dibutuhkan karena taksi tidak menggunakan argo. Tarif wajar sekitar Rp 70 ribu untuk jarak sekitar 10 kilometer.

Ada kapal penumpang yang saban pagi berangkat menuju Waisai, ibu kota Raja Ampat di Pulau Waigeo. Tarifnya Rp. 100 ribu per orang. Waktu perjalanan sekitar 3 jam. Ada juga kapalyang lebih kecil, tapi lebih cepat, cuma 2 jam dengan tiket Rp. 120 ribu per penumpang.

Sebelum tiba di Waisai, sebaiknya kamu sudah memesan penginapan sehingga bisa dijemput oleh petugas di pelabuhan Raja Ampat. Tiap hotel mengenakan tarif beda, tergantung jenis perahu dan jarak dari Waisai.

Raja Ampat Diving Lodge, misalnya. Hotel berornamen Bali di Pulau Mansuar, 30 menit dari Waisai, ini mengutip US$ 80 (sekitar Rp 720 ribu) untuk satu perahu penjemputan, maksimal delapan orang. Makin jauh penginapan, tentu harganya lebih mahal. Maklum, seliter bensin di sana harganya Rp 8.000 – 12.000.

Transportasi antarpulau di Raja Ampat bakal menyedot porsi bujet terbesar. Ambil contoh perjalanan dari Waiwa Dive Resort ke Pulau Wayag. Perjalanan sekitar tiga jam itu “menenggak” Rp 10,5 juta untuk perahu yang maksimal dimuati sepuluh orang.

Akomodasi Kepulauan Raja Ampat

"Akomodasi

Jika ingin menghemat bujet akomodasi di Raja Ampat, kamu bisa memilih bermalam di Waisai. Tarifnva antara Rp 200 ribu dan Rp 400 ribu per malam. Murah tapi minim pemandangan karena kebanyakan berlokasi di tengah pulau. Melipir sedikit lewat laut, masih di Pulau Waigeo, ada penginapan Waiwa Dive Resort, yang memiliki 10 cottage. Tarifnya Rp 450 ribu per orang per malam, termasuk tiga kali makan dan snack sore.

Menyeberang ke Pulau Mansuar, terdapat Raja Ampat Diving Lodge dengan tarif mulai US$ 80 per orang per malam. Keunggulannya, lokasi di pantai berpasir putih, fasilitas hotel berbintang, dan pemandangan ciamik di Pantai Yenpapir. Posisi hotel juga strategis, cuma lima menit dari lokasi menyelam tersohor, Manta Point.

Penginapan Di Raja Ampat

Penginapan di Raja Ampat @tomz_photos

Penginapan lain adalah Sorido Bay Resort, yang terkenal dengan terumbu karangnya. Ada lagi Kri Eco Resort, resort tradisional yang dibangun di atas air, perkemahan pulau, dan boathouse atau rumah perahu. Ada pula rumah sewaan di Saonek, Mansuar, dan pulau-pulau Yenwaupnor.

Jika ingin menikmati hidup seperti penduduk setempat, kamu bisa menginap di Sawinggrai di Pulau Gam. Penginapan berdinding rotan dan atap daun nipah ini dibangun di atas air, tanpa kamar mandi dan tanpa listrik. Terdapat empat kamar, masing masing 3 x 3 meter. Harganya Rp 500 ribu per orang per malam. Perlu di ingat, semua penginapan di luar Waisai mengandalkan genset sebagai pembangkit listrik. Sebagian besar penginapan mematikan mesin mereka saat siang.

Makanan Khas Raja Ampat

"Sup

Makanan khas di Raja Ampat adalah sup ikan kuning. Makanan juga disediakan oleh pihak penyelenggara diving.

Oleh-oleh Khas Raja Ampat

Patung suku Asmat, kain tradisional, alat musik tradisional, suling, dan tambur (drum tradisional) yang dijual di toko suvenir di berbagai kota di Papua atau kerajinan anyaman di Arborek jika kamu mengunjungi desa di Raja Ampat.

Tips Wisata Raja Ampat

  • Sinyal telepon hanya menggapai Waisai. Itu pun cuma Telkomsel.
  • Pastikan kamu mengisi baterai peralatan elektronik pada waktu malam. Sebagian besar penginapan mematikan listrik mulai pukul delapan.
  • Bawa uang tunai karena mereka tidak menerima kartu debit atau kredit. Isi pundi uangmu sebelum meninggalkan Sorong karena tidak ada anjungan tunai mandiri (ATM) di Raja Ampat.
  • Waktu terbaik mengunjungi Raja Ampat adalah antara Maret dan Mei. Pada musim angin timur itu, laut tenang. tanpa ombak. Jika menginginkan ketenangan, pilih waktu pertengahan bulan. Sebab, turis asing -yang menempati porsi 80 persen pengunjung di sana ramai datang mulai akhir sampai awal bulan.

Penting Kamu Ketahui di Raja Ampat

"Tips

  • Kantor Dinas Pariwisata Raja Ampat, Kampung Waisai, Kabupaten Waigeo Selatan
  • Kepala Bagian Kalasina Rumbekwan (telepon 081344422779)
  • Operator diving: Papua Diving Kri Island Eco Resort, Jalan Gunung Gamalama Sorong. Telepon (0411) 401660
  • Tarif diving: bervariasi tergantung tempat menginap. Waiwa Dive Resort menawar kan harga Rp 550 ribu per orang per dive. Harga sudah termasuk pemandu dan perlengkapan. Jika lebih dari empat kali menyelam, harga per penyelaman bisa turun, yaitu Rp 450 ribu untuk 4-8 kali dive dan Rp 350 ribu untuk lebih dari sembilan penyelaman.
Tags:
Leave a Comment