Sate Emprit: Kuliner Menggelitik ala Kediri, Mau Tau Rasanya?

Sate Emprit – Halo para pecinta kuliner, kalian tau gak sih burung emprit? Itu lho yang sering ada di sawah-sawah yang kerjaannya mencuri padi para petani. Burung ini dari dulu selalu menjadi musuhnya para petani, bayangin aja deh petani susah-susah menanam padi, eh malah sering di curi sama burung yang bertubuh mungil ini.

Tetapi di tangan pak Darmanto, burung mungil ini ditusuk-tusuk  menjadi sate yang paling disukai penggemar kuliner termasuk petani. Nah lho?

Darmianto mengungkapkan, sebelum menjual sate, awalnya ia menjual emprit hidup yang dicat warna-warni. Akan tetapi, karena penjualannya seret dan burung banyak yang mati, akhirnya guru olahraga SDN 1 Gurah ini berinovasi dengan menjadikannya sate. Sebelumnya dia pernah punya pengalaman menjadi penjual sate ayam.

sate emprit khas kediri 1
Sate Emprit khas Kediri

Darmianto sendiri awalnya hanya coba-coba membuka warung sate emprit di Jl. Wahidin, Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Di luar dugaan ternyata banyak masyarakat yang menyukai menu sate emprit karena penasaran untuk mencobanya dan warung ini tidak pernah sepi pembeli.

Perpaduan bumbu garam, penyedap rasa, kacang, dan kecap, rasa sate emprit semakin terasa mantap! Sebab saat daging berpadu dengan bumbu kacang, memunculkan sensasi unik, seperti daging ayam tetapi rasanya lebih gurih.

Namun daging emprit ini ada sedikit perbedaan yaitu kalau sate ayam ketika dibakar masih berwarna putih, untuk sate emprit warnanya menjadi kecokelatan. Teksturnya liat, tidak lengket, aroma rasanya kuat, tanpa lemak, dan gurih.

Untuk kalian yang suka pedas, sate emprit ini juga bisa kok dinikmati dengan sambal yang terbuat dari cabai, garam, dan bawang itu dipadu bumbu. rasanya langsung “cetar di mulut”. Hahah… Emang sih pedes, tapi kalian dijamin bakal ketagihan.

Untuk menikmati sate emprit yang menjadi kuliner khas Kediri ini kalian gak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena dengan Rp. 12.000 sudah bisa menikmati sepuluh tusuk. Bagi yang tidak suka sate, warung ini juga menyediakan krengsengan emprit dan emprit goreng yang dibanderol Rp. 10.000 per porsi.

krengsengan emprit malang
Krengsengan Emprit

Nah kalo kalian ingin berkunjung ke Kota Kediri , jangan lupa ya cobain makanan unik ini. Kalian bisa datang ke warung pak Darmanto mulai pukul 16.00 – 21.00 WIB.

Kabarnya dalam sehari, warung ini membutuhkan hingga 1.500 burung emprit pada hari biasa, sedangkan pada hari libur bisa membutuhkan burung hingga 3.000 ekor. Wow lumayan banyak yah.

Bagaimana? Tertarik untuk mencicipi sate emprit yang menjadi kuliner khas Kediri ini ?

Kategori Jawa

Tinggalkan komentar