Menawannya Sunset di Embung Nglanggeran Wonosari, Bikin Kamu Nggak Pengen Pulang

Embung Nglanggeran Wonosari. Tempat-tempat wisata di Jogja ini kayaknya emang nggak pernah akan abis deh. Bahkan jumlah tempat wisatanya aja bertambah terus menerus. Salah satu contohnya seperti Embung Nglanggeran ini.

Penasaran sama embung satu ini?

Embung Nglanggeran Wonosari

Letaknya di Padukuhan Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Koordinat GPS S7°50’50.0″ E110°32’48.0″. Berjarak sekitar 24,8 km dari pusat Kota Yogyakarta dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 menit melalui Jalan Wonosari.

Ikuti terus saja petunjuk jalan ke arah Wonosari. Hingga sampai di perempatan Patuk, dari perempatan Patuk bisa ambil kiri ke arah daerah Ngoro-oro.

Ikuti jalan tersebut melewati daerah Ngoro-oro akan ada banyak tower stasiun TV, setelah itu belok kanan di pertigaan UPT Puskesmas Patuk, ikuti jalan tersebut akan sampai di daerah wisata Gunung Nglanggeran. Karena lokasi Embung ini nggak terlalu jauh jaraknya dari gunung api purba.

Untuk sampai ke Embung Nglanggeran ikutin papan petunjuk menuju Kebun Buah Nglanggeran yang ada. Bertanyalah pada warga setempat jika ragu dengan jalan yang kamu tempuh. Untuk dapat menikmati keindahan pemandangan alam di Embung Nglanggeran, kamu harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 8000. –

Embung Nglanggeran Wonosari 1

Awalnya, Embung Nglanggeran adalah satu bukit yang dulu dikenal dengan nama Gunung Gandu. Latar belakang masyarakat di sekitar Gunung Gandu yang mengalami kesulitan memperoleh airlah yang menimbulkan inisiatif membuat penampungan air berkapasitas besar.

Konstruksi telaga itu di beberapa sisi kelilingnya dipasang pula instalasi air. Hal ini memiliki tujuan agar airnya bisa dialirkan menuju lingkungan perkebunan pun persawahan warga. Dan meskipun embung ini difungsikan sebagai tadah hujan, namun juga digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan air dari sumber Sumurup yang letaknya berada di Gunung Nglanggeran.

Embung Nglanggeran Wonosari 2

Secara umum, Embung Nglanggeran bisa dinikmati kapan saja, baik pagi, siang, sore pun malam hari. Di pagi hari tentu saja kita akan terhibur pemandangan perbukitan, sementara di malam hari ada gemerlap bintang pun bulan menerangi. Namun tatkala mengunjunginya pada siang hari, kita harus siap dengan sengatan terik matahari.

Namun sangat dianjurkan ke Embung ini adalah waktu sore hari. Kenapa Sore? Karena terletak di ketinggian, kamu bisa menikmati senja di tepi Embung tanpa terhalang pepohonan atau perbukitan. Sinar mentari sore yang keemasan akan menerpa permukaan Embung. Mentari yang turun perlahan akan membias di air sehingga menciptakan refleksi yang indah.

Embung Nglanggeran Wonosari 3

Oha yaaa.. sama satu lagi, sebagai obyek wisata yang unik, ada beberapa larangan yang harus ditaati pengunjung Embung Nglanggeran agar semua merasa aman dan nyaman. Adapun isi larangan tersebut adalah :

Dilarang berenang di embung,
Dilarang melempar atau membuang apapun ke embung,
Dilarang duduk di pagar embung,
Dilarang membuang sampah sembarangan,
Dilarang merusak atau mengambil fasilitas embung.

Nnah itulah Embung Nglanggeran dengan sunsetnya yang mempesona. Bagaimana? Tertarik untuk liburan melihat sunset di Embung Nglanggeran?

Kategori Jogja

Tinggalkan komentar