• Home
  • Sulawesi
  • Telusuri Tempat Wisata Wakatobi, Panduan Trip Wakatobi 4 Hari 3 Malam

Tempat wisata Wakatobi adalah gugusan kepulauan di Sulawesi Tenggara. Namanya merupakan akronim dari empat pulau utamanya, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Kota terbesarnya, Wanci, terdapat di Pulau Wangi-wangi.

Keindahan alam wisata Wakatobi, terutama wilayah perairannya belakangan ini makin terkenal dan melambungkan nama kepulauan ini menjadi destinasi wisata papan atas di Sulawesi.

Rute Perjalanan ke Wakatobi

Letak Kepualauan Wakatobi

plesirankotatua.blogspot.com

  • Penerbangan ke Wangi-wangi dari Makassar dilayani Express Air. Penerbangan ini transit di Baubau sebelum mendarat di Wangi-wangi.
  • Salah satu cara mencari pemandu untuk snorkeling dan diving di Wangi-wangi adalah dengan datang ke kantor WWF. Petugas WWF bisa memberi informasi ke mana kamu bisa menyewa peralatan selam atau pemandu selam.

Wisata Wakatobi juga bisa dijangkau dari Kendari. Bila berangkat atau pulang dari Kendari, luangkan satu hari untuk mengunjungi Air Terjun Moramo. Air terjun ini berjarak sekitar tiga jam perjalanan berkendara dari Kendari.

Secara umum, bila berkunjung ke daerah-daerah yang jauh dari kota besar di Indonesia, lakukanlah persiapan ini:

  • Makan pil kina kira-kira dua minggu sebelum keberangkatan
  • Bawa obat nyamuk oles
  • Bawa obat antialergi dan obat diare
  • Bawa sarung. Sarung bisa berguna sebagai selimut, juga sebagai kelambu anti nyamuk
  • Pakai sepatu atau sandal yang ringan dan tahan air
  • Bawa korek api
  • Bawa topi
  • Bersiaplah menerima kondisi apa pun itu tanpa pilih-pilih bersih atau kotor, mewah atau seadanya.
  • Hargai budaya lokal. Bila penduduk setempat menyediakan makanan, nikmatilah dengan sungguh-sungguh.

Makanan Khas Wakatobi

1. Ikan Segar dan Hasil Laut

Nelayan Suku Bajo

wego.co.id

Sebagai kawasan kepulauan, ikan-ikan dan hasil laut di Wakatobi sangat segar. Belilah ikan langsung dari nelayan Suku Bajo atau di pasar ikan untuk kemudian dibakar atau dimasak kuah.

Ikan seperti ikan baronang, ikan ekor kuning, ikan cakalang, atau ikan kakap merah berlimpah dan sangat segar di sini, begitu juga udang, kepiting, serta cumi-cumi.

2. Kasuami

Kasuami

id.wikipedia.org

Kue berbentuk piramida ini merupakan makanan pokok penduduk Wakatobi. Bahan dasarnya adalah ubi kayu yang dibakar dalam daun. Sebagai karbohidrat, kasuami biasa disajikan bersama parende (ikan yang dimasak kuah) atau lauk-pauk lain.

3. Parende

Parende

voinews.id

Parende adalah ikan yang dimasak dengan kuah. Cita rasanya asam gurih. Asam untuk kuah parende ini datang dari belimbing wuluh. Parende juga dikenal di kepulauan lain di wilayah Sulawesi Tenggara, seperti di Pulau Buton.

4. Kapusu

Kapusu Wakatobi

syifaadistiani94.blogspot.com

Sama seperti kasuami, kapusu juga merupakan makanan pokok di Wakatobi. Bahan dasarnya adalah jagung dan kacang merah. Kedua bahan ini dimasak sampai lembut dan hampir menyerupai bubur.

5. Luluta

Luluta Makanan Khas Wakatobi

astutihanday.blogspot.com

Luluta adalah nasi dan santan yang dibungkus daun pisang, lalu dibakar di atas arang.

Oleh-oleh khas Wakatobi

1. Tenun Wakatobi

Tenun Wakatobi

medcom.id

Tenun Wakatobi biasa disebut homoru. Tenun ini biasa dijadikan sarung. Pengerjaannya masih menggunakan alat tenun tradisional, bukan mesin.

2. Kerajinan Tempurung Kelapa

Kerajinan Tempurung Kelapa Wakatobi

sultraline.id

Kerajinan tempurung kelapa merupakan kerajinan khas Pulau Tomia. Tempurung kelapa dibentuk menjadi alat alat rumah tangga atau pajangan untuk dekorasi rumah.

Wisata Alam dan Budaya Wakatobi

1. Diving dan Snorkeling di Wakatobi

Diving Di Pulau Tomia

wisatatomiawakatobi.com

Diving spot terbaik berada di Pulau Tomia. Namun, kalau tidak punya banyak waktu untuk eksplorasi semua titik diving yang tersebar di seluruh Wakatobi, kunjungilah Pulau Hoga.

Pemandangan bawah laut Pulau Hoga dianggap bisa mewakili pemandangan bawah laut Wakatobi. Terumbu karangnya sangat cantik dan sehat. Ikan nya pun banyak dan beragam.

2. Gua Air Tawar di Wangi-wangi

Gua Air Tawar Di Wangi Wangi

indonesiakaya.com

Meskipun terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang spektakuler, Pulau Wangi wangi malah memiliki banyak gua air tawar.

Ada dua belas gua air tawar yang tersebar di seluruh Kota Wanci, salah satunya Gua Lasa. Daerah sekitar gua masih dinaungi pohon pohon besar yang rindang sehingga suasananya teduh. Selain pepohonan rindang, di sekeliling gua juga dibangun kolam kolam sehingga pengunjung bisa berenang atau sekadar berendam dalam air yang berasal dari mata air dalam gua.

3. Festival Lebaran di Wakatobi

Festival Lebaran Di Wakatobi

indonesiatravel.news

Bila mengunjungi Wakatobi saat musim libur Idul Fitri, saksikan beberapa pesta adat dan festival yang dilaksanakan di sana. Penduduk Wakatobi banyak yang merantau, antara lain ke Maluku. Namun, saat Idul Fitri, mereka biasa pulang kampung.

Kedatangan mereka tentu disambut dengan keramaian. Di Pulau Hoga biasa diadakan pertandingan pencak silat bagi para laki-laki untuk mencari seorang pemenang.

Sementara itu, di Pulau Wangi-wangi ada Festival Ayunan Kabuenga. Sebenarnya, ini semacam festival perjodohan karena muda-mudi yang duduk di Ayunan Kabuenga dipercaya bisa berjodoh dan menikah.

4. Suku Bajo di Pulau Kaledupa

Suku Bajo Di Pulau Kaledupa

beritasatu.com

Suku Bajo disebut juga Sea Gypsi atau Sea Nomad karena hidup mereka sepenuhnya digantungkan pada laut. Umumnya mereka bekerja sebagai nelayan. Perkampungan mereka pun dibangun pada tonggak-tonggak kayu di tengah laut.

Salah satu perkampungan ini terletak dekat Pulau Kaledupa. Hebatnya, meskipun dibangun di atas tonggak-tonggak kayu di tengah laut, dalam perkampungan ini terdapat lapangan sepak bola dan sekolah.

Anak-anak suku Bajo sangat akrab dengan laut. Lepas usia balita mereka sudah bisa berenang dan mendayung sampan. Tak heran sejak dulu suku Bajo terkenal sebagai pelaut tangguh yang bisa berlayar dengan kapal kayu sampai Madagaskar di Afrika.

5. Dolphin Watching (Menyaksikan Lumba-lumba)

Salah satu kegiatan yang menarik di Pulau Hoga adalah dolphin watching. Kamu akan dibawa ke tengah laut dengan kapal penduduk dan bisa melihat lumba-lumba dari dekat.

Selain dolphin watching, biasanya kamu juga akan bisa menyaksikan sunrise yang spektakuler di tengah laut.

6. Star Gazing (Pemandangan Langit yang Memukau)

Bagi penggemar astronomi, Kepulauan Wakatobi menawarkan keasyikan tersendiri. Minimnya listrik dan udara yang bersih memberikan pemandangan langit yang jernih.

Saat duduk-duduk di luar tempat menginap pada malam hari, kamu bisa menyaksikan Galaksi Bima Sakti dengan jelas. Pemandangan ini sangat langka di langit perkotaan yang penuh cahaya lampu.

Panduan Jalan-jalan ke Wakatobi

Jalan Jalan Ke Wakatobi

enaknyakemana.com

Perjalanan 4 hari 3 malam di Wakatobi.

Hari ke-1

Makassar → Wangi-wangi. Setelah check in dan makan siang di hotel, mulailah berkeliling Wanci. Temui suku Bajo langsung di rumah mereka yang dibangun di atas laut atau melihat desa petani budidaya rumput laut.

Kunjungi juga gua-gua air tawar yang tersebar di Wanci. Gua-gua ini ada yang sudah dipercantik dengan kolam-kolam tempat berenang.

Makan malam di hotel.

Hari ke-2

Berangkat ke Pulau Hoga. Di pulau ini pengunjung bisa beraktivitas diving atau snorkeling. Bila beruntung, pengunjung bisa melihat lumba-lumba dari dekat dan melihat kegiatan Operation Wallacea di markas besarnya.

Operation Wallacea adalah lembaga nirlaba dari Inggris yang menyelidiki keragaman alam Sulawesi dan mengampanyekan kelestarian alam.

Di pulau ini, sewalah salah satu pondok kayu milik penduduk untuk menginap. Setelahnya, belilah ikan dari nelayan untuk santap siang dan malam.

Hari ke-3

Masih di Pulau Hoga, nikmati sensasi tinggal di “tengah hutan”. Suara suara alam masih melingkupi pondok-pondok tempat penginapan. Nikmati suara tikus, nyanyian burung, dan debur ombak yang menciptakan harmoni musik alam yang sungguh-sungguh membuat diri santai.

Siang hari kembali nikmati keindahan alam bawah laut sekitar Pulau Hoga atau pergi diving dan snorkeling lebih jauh ke spot-spot diving di sekitar Pulau Tomia.

Hari ke-4

Kembali ke Pulau Wangi-wangi, lalu lanjut pulang ke Makassar.

Informasi Tambahan Ketika Berwisata ke Wakatobi

Penginapan Di Wakatobi

wisatawakatobi.co.id

Penginapan di Wakatobi

Patuno Resort

Terletak di Pulau Wangi-wangi, Patuno Resort menyediakan paket tur untuk diving dan snorkeling di pulau pulau lain di Wakatobi. Bangunannya terbuat dari kayu. Kamar kamarnya sendiri luas dan bersih. Harga kamar mulai Rp700.000

Pondok-pondok di Pulau Hoga

Para pemilik pondok ini kebanyakan tinggal di Pulau Kaledupa. Pondok kayu sederhana dengan tempat tidur berkeIambu bisa disewa Rp50.000 sampai Rp70.000 per orang per malam.

Sewa Kendaraan

Penyewaan kapal kayu plus snorkeling trip

Tarif: Rp500.000 per hari.

Cerita Pengalaman Unik di Wisata Wakatobi

Cerita Pengalaman Unik Di Wisata Wakatobi

wisatawakatobi.co.id

Menginap di Hutan

Pemandangan bawah laut di Perairan Wakatobi memang sangat indah. Semua terlihat sangat jelas karena air lautnya sangat jernih. Wakatobi dijuluki Segitiga Karang Dunia karena ragam terumbu karang dan ikan-ikannya. Keanekaragaman hayatinya diakui sebagai salah satu yang paling tinggi di dunia.

Namun lucunya, pengalaman yang selalu saya kenang dari kunjungan ke Wakatobi bukanlah pengalaman diving atau snorkeling. Kesan mendalam justru saya dapat di atas tanah.

Di Pulau Hoga, saya dan rombongan memutuskan menginap karena kebetulan banyak terdapat pondok yang disewakan. Pondok-pondok itu sederhana, tapi memadai. Dibangun dengan kayu, didirikan di atas tonggak-tonggak kayu, dan tidak menyentuh tanah.

Akhirnya, kami menyewa beberapa pondok dari Bapak Laode Rusli. Bapak Laode Rusli sendiri tidak tinggal di Pulau Hoga, melainkan di Pulau Kaledupa. Malamnya, usai pesta makan ikan bakar, kami pun beristirahat di pondok masing-masing. Kegiatan main air seharian plus perut kenyang membuat kami cepat terlelap.

Tengah malam mulai terdengar suara binatang malam. Sahut-menyahut suara burung hantu pun terdengar di luar pondok. Saya terbangun. Suara-suara alam ini sesuatu yang sangat jauh dari kehidupan saya sehari-hari di kota besar. Sambil berbaring dalam kegelapan, saya menikmati cicit tikus dan suara burung burung malam. Di kejauhan alunan debur ombak makin memperkaya suasana.

Rasa damai dan menyatu dengan alam melingkupi saya. Syukur pun membuncah. Saya sungguh bahagia bisa merasakan suasana alami ini. Ketenangan dan kedamaian. Surga Wakatobi ternyata tidak hanya ada di bawah lautnya.

Oleh: Bondny (baca:Boni), cerita ini ditulis di buku 101 Travel Tips & Stories Indonesia

Tags:
Leave a Comment