Upacara Ngaben di Bali – Saat liburan ke Pulau Bali, pasti yang dituju pertama kali adalah pantai Kuta atau Tanah Lot, padahal masih banyak tempat-tempat keren lainnya seperti Angel’s Billabong di Nusa Penida, Water Blow Bali dan masih banyak lagi.

Yups, menjelajah Pulau Bali memang tak akan ada habisnya untuk dibahas. Menyimpan berbagai keindahan alam dan wisatanya yang sangat menakjubkan, Pulau Bali selalu dijadikan tujuan utama para wisatawan, baik wisatawan asing maupun domestik.

Walaupun Pulau Bali terletak agak jauh di sebelah timur Indonesia, namun para wisatawan selalu saja rindu untuk kembali ke pulau ini. Bahkan saking cintanya dengan Pulau Bali, ada juga wisatawan asing yang rela berpindah kewarga-negaraannya untuk menetap di Pulau Seribu Pura ini.

Upacara Ngaben Di Bali
@miftahuddinhalim

Selain menawarkan sejuta keindahan alamnya, penduduk asli Pulau Bali juga sangat ramah dengan para wisatawan asing maupun domestik. Ditambah lagi masyarakatnya yang sampai saat ini masih menjunjung tinggi adat istiadatnya, dengan menjalankan tradisi-tradisi leluhurnya, seperti tradisi upacara Ngaben.

Upacara Ngaben adalah tradisi unik di Pulau Bali, kenapa tradisi ini dibilang unik? Karena tradisi ini adalah sebuah ritual khusus untuk kremasi jenazah dalam memperlakukan leluhur atau sanak saudaranya yang telah meninggal dunia. Apabila di tempat lain orang meninggal umumnya dikubur, namun tidak demikian dengan masyarakat Hindu di Bali.

Upacara Ngaben selalu dimulai dengan musik gamelan khas yang dibawa oleh puluhan orang sebelum jenazah dibawa ke Setra (Kuburan: Bahasa Bali) untuk kemudian didoakan oleh pendeta Hindu kemudian dilanjutkan dengan proses kremasi jenazah. Jenazah seseorang yang meninggal dimasukkan kedalam sebuah bade,yaitu peti jenazah yang dibuat bersusun atau bertingkat.

Bade ini dibuat dengan membutuhkan banyak orang di dalamnya. Upacara Ngaben ini diadakan warga di suatu wilayah desa atau kelurahan maupun banjar secara sukarela untuk membantu terlaksananya upacara Ngaben. Bila kalian sedang berada di sekitaran Kota Denpasar dan sedang beruntung, kalian bisa menyaksikan upacara Ngaben ini.

Upacara Ngaben
@yoexplore

Sebelum diadakan upacara Ngaben, jenazah yang akan di kremasi ada beberapa tahapan seperti ngulapin, nyiramin, ngajum kajang, ngaskara, mameras, papegatang, pakiriman ngutang, ngeseng, nganyut, hingga makelud. Puncak upacara Tradisi Ngaben adalah prosesi pembakaran yaitu Lembu atau vihara berserta dengan jenazah yang akan di kremasi.

Prosesi upacara Ngaben biasanya dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Bagi jenazah yang masih memiliki kasta dengan tingkatan yang tinggi, ritual ini bisa dilakukan selama tiga hari. Namun, untuk keluarga yang kastanya rendah, jenazah harus dikubur terlebih dahulu baru kemudian dilakukan upacara Ngaben.

Bagi masyrakat Bali, Upacara Ngaben adalah momen bahagia dimana seorang anggota keluarga sudah melaksanakan kewajiban sebagai anggota keluarganya. Maka sebab itulah, upacara ini selalu disambut dengan suka cita tanpa isak tangis. Upacara Ngaben ini diadakan secara besar-besaran, seperti sebuah pesta, oleh sebab itu biaya yang dikeluarkan untuk upacara Ngaben ini sangat mahal.

Mereka juga percaya bahwa isak tangis justru hanya menghambat perjalanan roh mencapai Nirwana. Hari yang sesuai untuk melakukan upacara Ngaben biasanya ditentukan oleh para tetua atau orang yang mengerti. Tubuh jenazah akan diletakkan di dalam sebuah peti, dan peti ini diletakkan di dalam sebuah sarcophagus yang biasanya berbentuk lembu atau diletakkan di sebuah wadah berbentuk vihara.

Wadah ini terbuat dari kertas dan kayu. Bentuk vihara atau lembu ini dibawa menuju ke tempat kremasi melalui suatu prosesi. Prosesi tersebut tidak berjalan pada satu jalan lurus karena bertujuan untuk menjauhkan roh jahat dari jenazah.

Upacara Ngaben tidak hanya sekedar upacara tradisi yang bisa dilihat saja. Dengan menyaksikan Upacara Tradisi Ngaben, para wisatawan asing maupun domestik dapat merasakan bagaimana kuatnya ikatan kekerabatan dalam masyarakat Bali. Upacara Ngaben merupakan penghormatan masyarakat Bali terhadap leluhur dan sanak kerabatnya.

Bahkan bagi masyarakat Bali, terdapat kepercayaan bahwa roh leluhur yang telah di-aben dapat bereinkarnasi kembali dalam keluarganya, misalnya melalui kelahiran seorang anak yang merupakan reinkarnasi dari sanak atau kerabat yang sudah meninggal.

Semoga Informasi mengenai upacara Ngaben ini bermanfaat buat kita semua, agar lebih mengenal tradisi-tradisi yang ada di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here