Wisata Papua, Pesona Mutiara Hitam dari Timur

Wisata Papua – Papua merupakan propinsi paling timur di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Propinsi Papua terletak pada posisi 0° 19′ – 10° 45′ LS dan 130° 45′ – 141° 48′ BT.

Propinsi Papua menempati setengah bagian barat dari New Guinea (Tanah Baru) yang merupakan pulau terbesar kedua setelah Greenland. Luas daratan Propinsi Papua mencapai 317.026 km².

Secara administratif Propinsi Papua terbagi atas 28 kabupaten dan 1 kota. Setiap wilayah Propinsi Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Hutannya yang lebat menyimpan keragaman flora dan fauna yang khas, lautnya dipenuhi beragam biota laut yang potensial, dan tanahnya yang luas cocok untuk lahan pertanian.

Bukan hanya itu, di dalam buminya tersimpan cadangan minyak bumi, gas alam, dan aneka bahan tambang yang menunggu untuk diolah.

Selain tanah yang luas, Propinsi Papua juga memiliki banyak pulau yang berjejer di sepanjang pesisir. Di pesisir utara terdapat Pulau Biak, Supiori, Numfor, Yapen, dan Miosnum. Di pesisir selatan terdapat Pulau Kolepom, Komoran, dan Dolak. Pulau-pulau tersebut juga memiliki potensi yang tidak kalah elok dengan wilayah daratan.

Di tengah hamparan alamnya yang kaya, Propinsi Papua dihuni oleh beragam suku bangsa. Penduduk asli papua umumnya bermukim di wilayah pedalaman (inland), sedangkan wilayah pesisir lebih banyak ditempati warga campuran, yaitu warga pendatang dan warga asli.

Penduduk asli Papua berasal dari ras Melanesia yang memiliki ciri khusus, seperti: berbadan tinggi tegap, kulit cokelat, mata tajam, dan berambut ikal (keriting).

Ciri-ciri tersebut berbeda jauh dengan warga pendatang yang sebagian besar berasal dari wilayah bagian barat Indonesia. Sekitar sepertiga jumlah penduduk Propinsi Papua terdiri atas warga dari Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Pada umumnya warga pendatang ini sampai ke Propinsi Papua sebagai transmigran. Sementara itu dari pendataan BPS tahun 2000 tercatat ada lebih kurang 312 suku bangsa asli yang bermukim di Propinsi Papua.

Perpaduan antara kekayaan alam dan masyarakat Propinsi Papua ini mendatangkan sebuah sebutan sendiri. Mutiara Hitam dari Timur menjadi sebutan yang sudah lama tersemat pada propinsi yang ber-ibukota Jayapura ini.

Mutiara menjadi gambaran atas potensi sumber daya alam Propinsi Papua. Hitam menjadi simbol mayoritas penduduk asli Propinsi Papua yang berasa dari ras Melanesia. Sementara itu Timur menunjukkan letak Propinsi Papua yang berada di ujung timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wisata Alam Papua

Propinsi Papua tidak hanya kaya sumber daya alam. Panorama alamnya pun sungguh indah menawan. Pemandangan alam yang masih sangat alami menjadi sajian utama bagi para wisatawan saat berkunjung ke Propinsi Papua. Kamu akan berdecak kagum melihat keindahan alamnya yang sungguh mempesona.

Danau Sentani, Sungai Mamberamo, Lembah Baliem, Pegunungan Jayawijaya, dan Puncak Jaya hanyalah sebagian dari keeksotisan alam Papua yang dikenal khalayak umum.

Keindahannya mampu membius siapa saja yang datang melihatnya. Tidak sedikit orang yang ingin datang kembali ke Papua karena belum puas menikmati eksotika alam Mutiara Hitam dari Timur ini.

1. Air Terjun Wafsarak

Air Terjun Wafsarak
@yaniroberto

Pulau Biak merupakan sebuah pulau di sebelah utara Teluk Cenderawasih. Pulau ini menjadi bagian dari gugusan pulau yang terhampar di wilayah tersebut. Pulau Biak mempunyai potensi alam yang memesona; salah satunya adalah Air Terjun Wafsarak di Kampung Warsa, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor.

Air terjun ini berada tidak jauh dari Kota Biak dan bisa ditemepuh selama 2,5 jam dengan berkendaraan ke arah utara Kota Biak;

Air Terjun Wafsarak sungguh indah. Meskipun tidak begitu tinggi, pesona keindahannya begitu memikat Air mengalir dari sungai kecil di bagian atas dan jatuh membentuk sebuah telaga di bagian bawahnya;

Airnya begitu sejuk dan dingin sehingga cocok untuk mandi, berenang, dan berendam. Lokasinya yang tidak begitu jauh dari pantai membuat lokasi ini juga cocok untuk bersantai sambil menikmati panorama alam sekitarnya.

2. Danau Sentani

Danau Sentani
@rickypangkatana

Danau Sentani termasuk salah satu dari empat danau terluas di Provinsi Papua. Luas keseluruhan Danau Sentani mencapai 9.670 ha. Secara administratif Danau Sentani termasuk wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Wisatawan dari luar Provinsi Papua dapat mencapai danau ini melalui Bandara Sentani. Dari bandara wisatawan bisa menggunakan angkutan umum menuju Danau Sentani dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Bagi masyarakat sekitar, danau Ini merupakan sumber mata pencaharian. Penduduk biasanya mencari ikan dengan menjaring dan memancing. Kedua aktivitas itu dapat disaksikan wisatawan yang datang berkunjung ke Danau Sentani ini. Wisatawan Juga bisa menyaksikan aktivitas budi daya ikan dalam karamba.

Panorama Danau Sentani ini sangat indah. Kawasan danau ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang menjulang tinggi dan sebagian sisinya masih berupa hutan alam yang menghijau. Tidak jarang dari hutan inilah keluar satwa satwa liar untuk mencari air minum ke tepi Danau Sentani.

Selain itu, wisatawan bisa pula menyaksikan pulau-pulau kecil di tengah danau. Untuk menuju pulau pulau itu atau berkeliling di sekitar danau, wisatawan bisa menaiki perahu yang disewakan penduduk setempat. Perpaduan unsur unsur alam inilah yang membuat Danau Sentani begitu indah.

Keindahan alam Danau Sentani ini berpadu dengan keramahan penduduk yang menghuni sekitar kawasan danau. Wisatawan bisa melihat perkampungan di tepi danau atau pulau-pulau di tengah danau.

Umumnya rumah-rumah penduduk itu berbentuk rumah panggung. Wisatawan bisa singgah sejenak sambil bercengkerama dengan pemilik rumah.

3. Sungai Mamberamo

Sungai Mamberamo
@ninadpandia

Seperti ular yang meliuk-liuk, begitulah panorama yang ditawarkan Sungai Mamberamo yang mengalir di sebelah selatan Pegunungan Foja apabila dilihat dari atas.

Keindahan tersebut dapat disaksikan wisatawan saat melintas di angkasa Papua sebelum mendarat di Bandara Sentani, Jayapura. Sungai yang berhulu di Pegunungan Van Rees ini dibentuk dari beberapa anak sungai, seperti: Tariku, Van Daalen, dan Taritatu.

Sungai ini dinamakan Sungai Mamberamo karena sangat besar dengan aliran yang deras. Nama ”Mamberamo” sendiri berasal dari bahasa Dani, yaitu mambe berarti besar dan ramo berarti air.

Sungai Mamberamo yang panjangnya mencapai 670 km ini mengalir ke utara melalui lembah-lembah Pegunungan Van Rees dan bermuara di Samudra Pasifik, tepatnya di Tanjung D’Urville.

Di muara sungai inilah dahulu seorang pelaut Spanyol bernama Ortiz de Retez pada tahun 1545 mendarat dan mengklaim menemukan tanah baru (Nova Guinea) untuk Kerajaan Spanyol.

Di Sungai Mamberamo ini wisatawan dapat melakukan kegiatan memancing. Sungai dengan kedalaman antara 8-33 meter ini menjadi habitat ikan air tawar.

Di bagian hilir wisatawan bisa mendapatkan ikan sembilang yang merupakan ikan endemik Sungai Mamberamo. Ikan ini biasa diburu oleh masyarakat setempat sekitar karena bernilai jual cukup tinggi.

Aktivitas lain yang dapat dilakukan wisatawan di kawasan sungai ini yaitu berperahu menelusuri Sungai Mamberamo. Dengan melakukan kegiatan tersebut, wisatawan bisa melihat keragaman hayati di sepanjang bantaran sungai, seperti: burung, ular, dan kupu-kupu.

Kalau beruntung, wisatawan bisa melihat buaya berjemur di tepi sungai. Hal yang tidak kalah menarik di kawasan sungai ini adalah aktivitas masyarakat yang tinggal di tepi Sungai Mamberamo, misalnya memancing, menokok sagu, atau orang berperahu.

4. Danau Paniai

Danau Paniai
@s3trip_pekanbaru

Danau Paniai terdapat di Kabupaten Paniai, tepatnya di Distrik Paniai Timur. Untuk mencapainya wisatawan bisa melalui Kota Enarotali.

Dari kota ini tersedia dua jalur yaitu darat dan udara. Jika memilih jalur darat, wisatawan dapat menyewa kendaraan menuju kawasan danau. Jika memilih jalur udara, wisatawan bisa menaiki pesawat kecil dan mendarat di atas dataran tinggi sekitar danau. Kemudian, dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju danau.

Danau Paniai merupakan danau terluas di Provinsi Papua dengan area cakupan mencapai 1.513.000 km².

Lokasinya berada di ketinggian 1.700 mdpl dan dikelilingi oleh gunung gunung. Beberapa gunung di antaranya bersalju sehingga menjadikan panorama Danau Paniai sungguh eksotik. Keindahan itu semakin sempurna dengan keragaman Flora dan fauna yang menjadi penghuni Danau Paniai.

Di tempat ini wisatawan bisa menikmati air danau yang terbentang luas membiru. Airnya yang jernih sungguh kontras dengan hawa sejuk pegunungan yang berembus lembut.

Di kawasan danau ini wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas. Aktivitas aktivitas itu. antara lain berenang, memancing, berperahu mengelilingi danau, menjelajahi kawasan sekitar danau, atau cukup berkemah di tepi danau.

Aktivitas aktivitas tersebut memang menjadi daya tarik Danau Paniai. Wisatawan juga bisa mengunjungi rumah rumah penduduk yang berada di tepi danau sambil melihat aktivitas keseharian

4. Danau Tage Biru

Danau Tage Biru
abaidipophoto

Satu lagi keindahan alam Provinsi Papua yang terhampar di Kabupaten Paniai, tepatnya di Distrik Yatamo. Namanya Danau Tage Biru atau biasa disebut Danau Tage.

Air danau yang membiru dengan bukit-bukit hijau di sekelilingnya menjadi daya tarik utama Danau Tage. Panorama Danau Tage yang indah dan masih sangat alami mengisyaratkan danau ini belum banyak dieksploitasi oleh manusia.

Danau Tage ini berjarak lebih kurang 7 km dari Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai. Lokasinya memang lumayan jauh dengan medan yang menantang.

Untuk mengunjungi dan menikmati keindahan Danau Tage wisatawan bisa menuju Dimiya atau Wotai. Wisatawan juga bisa menempuhnya dari Dermaga Aikai.

Di kedua jalur ini wisatawan disuguhi keindahan alam yang memukau, seperti telaga alam di Potamo dan Pulau Mayageya di tengah danau, Telaga Wauyepa di Kampung Dimiya, dan Bukit Kebouya sebelum menikmati panorama Danau Tage yang terhampar memesona di bawahnya.

Danau Tage ini dikelilingi oleh batu-batu karang dan hamparan pasir putih bercampur kerang-kerang kecil. Inilah yang membuat Danau Tage seperti memiliki pantai. Keunikan lainnya berupa hamparan bukit dengan pepohonan yang menghijau.

Di danau ini wisatawan bisa berperahu menelusuri danau dan mengunjungi perkampungan yang ada di sekitar danau. Aktivitas menarik lainnya yaitu memancing dan berkemah.

Danau Tage merupakan danau terkecil dari rangkaian tiga danau alami di Kabupaten Paniai. Satu lagi yang belum disebut, yaitu Danau Tigi. Ketiga danau yang berdekatan ini dahulu ditemukan oleh pilot Belanda bernama Wissel saat melintasi Papua. Oleh karena itu, ketiganya dikenal dengan sebutan Wissel Meeren yang berarti danau-danau Wissel.

5. Cartenz Piramid, Pesona Puncak Papua

Cartenz Piramid
@fany_arif

Cartenz Piramid adalah salah satu puncak di Pegunungan Sudirman. Dua puncak yang lain, yaitu Puncak Sumantri dan Puncak Cartenz Timur.

Cartenz Piramid atau Puncak Jaya ini merupakan titik tertinggi di Indonesia. Tingginya mencapai 4.884 mdpl. Inilah yang menjadikan Cartenz Piramid (Puncak Cartenz) menjadi salah satu dari puncak tertinggi di tujuh benua (The Seven Summit) berdasar teori lempeng bumi oleh Patrick Moorow. Tidak mengherankan jika banyak pendaki yang ingin menaklukkan puncak ini.

Untuk mendaki Puncak Cartenz diperlukan perjuangan sangat berat. Rangkaian gunung dengan lerengnya yang terjal harus ditaklukkan para pendaki. Belum lagi lapisan salju yang menyelimuti wilayah puncak dan tipisnya udara merupakan tantangan terberat bagi para pendaki untuk merengkuh puncak di Benua Australia ini.

Jalur yang biasa digunakan untuk mendaki Puncak Cartenz adalah Timika melalui Tembagapura. Jika melalui jalur ini, wisatawan akan mencapai kemah induk.

Perjuangan berat tersebut akan terbayar saat para pendaki mencapai titik puncak yang oleh masyarakat setempat disebut ndugundugu. Arti dari ndugundugu adalah tempat tinggi yang tertutup salju, tempat roh nenek moyang berdiam.

Ketika sampai di puncak itu, wisatawan akan melihat panorama alam yang eksotis terhampar di depan mata. Tampak deretan pegunungan yang sambung-menyambung di Pulau Papua. Belum lagi hamparan luas hutan hujan tropis yang diselingi danau-danau alami tampak menghijau bak permadani.

Eksotika tersebut berpadu dengan hamparan perairan di kejauhan. Sungguh keindahan itu merupakan sebuah anugerah besar bagi pendaki yang bisa menggapai salah satu atap dunia ini.

6. Danau Biru, Sisi Lain Keindahan Pegunungan Sudirman

Danau Biru Puncak Jaya
news.lewatmana.com

Inilah salah satu keindahan yang dapat disaksikan pendaki yang akan menuju Puncak Cartenz. Danau Biru terletak di Pegunungan Sudirman.

Lokasinya berada di Lembah Danau-Danau yang termasuk wilayah Kabupaten Puncak Jaya. Oleh karena itu, Danau Biru merupakan danau tertinggi di Pulau Papua karena berada di ketinggian 3.600 mdpl.

Sesuai namanya, Danau Biru mempunyai air yang berwarna biru. Terlebih apabila dilihat dari atas gunung-gunung yang mengitarinya, warna birunya sungguh kontras dengan lereng-lereng di sekelilingnya.

Kawasan danau ini menjadi base camp para pendaki yang akan menuju Puncak Jaya. Di tempat ini wisatawan bisa berkemah dan menjelajah alam.

Bagi wisatawan yang mempunyai hobi fotografi, Danau Biru menjadi lokasi yang indah untuk diabadikan dengan lensa kamera. Bagi yang menyukai tantangan, bisa merasakan dinginnya air danau dengan mandi atau berenang.

7. Lembah Baliem, Surga Keindahan Papua

Lembah Baliem
@festivallembahbaliem

Lembah Baliem, itulah nama sebuah lembah di kaki Pegunungan Jayawijaya. Lembah Baliem berada di ketinggian lebih dari 1.500 mdpl dan dikelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi.

Di antara gunung-gunung tersebut ada yang diselimuti salju sepanjang tahun. Kondisi iklim dan cuaca Lembah Baliem dipengaruhi oleh gunung-gunung tersebut. Oleh karena itu, wisatawan akan merasakan hawa dingin yang menyejukkan selama berada di Lembah Baliem.

Baliem menjadi bagian Kabupaten Jayawijaya. Untuk mencapai Lembah Baliem wisatawan bisa terbang ke Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Wamena merupakan sebuah dataran tinggi di Pegunungan Jayawijaya.

Di kota ini terdapat bandar udara yang menjadi pintu masuk untuk menikmati keindahan Lembah Baliem. Jalur udara menjadi satu-satunya sarana untuk mencapai Lembah Baliem. Dari kota ini wisatawan sudah cukup dekat dengan kawasan Lembah Baliem.

Lembah Baliem mempunyai panorama alam yang memukau. Gunung-gunung yang menjulang tampak memagari lembah ini. Hutannya pun masih alami dengan keanekaragaman hayatinya. Ada juga danau-danau alami yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat dan makhluk hidup di sekitarnya.

Belum lagi sungai-sungai yang mengalir dari bagian atas tampak memanjang seperti ular di antara bukit-bukit. Semua keindahan itu hanya bisa dinikmati oleh wisatawan dengan menjelajah kawasan Lembah Baliem.

Di lembah ini wisatawan juga bisa menikmati kehidupan tiga suku bangsa utama Lembah Baliem, yaitu suku bangsa Dani, suku bangsa Lani, dan suku bangsa Yali.

Suku-suku bangsa tersebut mempunyai aneka budaya yang mengagumkan. Honai, mumi, tari Perang, serta kerajinan ukir, dan patung suku-suku bangsa penghuni Lembah Baliem sudah terkenal seantero dunia.

Hampir setiap tahun di lembah ini berlangsung pesta budaya yang disebut Festival Lembah Baliem. Inilah salah satu daya tarik wisatawan untuk melihat keunikan masyarakat Lembah Baliem.

8. Bendungan Kalibumi

Bendungan Kalibumi
nusakini.com

Bendungan Kalibumi adalah bendungan yang berfungsi untuk irigasi pertanian di wilayah Kabupaten Nabire, Secara administratif bendungan Kalibumi berada di Desa Kalibumi, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire.

Untuk mencapainya tidak begitu sulit karena hanya berjarak dua km dari pusat permukiman penduduk di SP 1 Kalibumi. Lokasi ini merupakan permukiman penduduk transmigrasi. Dari tempat ini wisatawan bisa naik sepeda motor ke lokasi bendungan.

Selain untuk irigasi, Bendungan Kalibumi berpotensi untuk kegiatan wisata. Lingkungan alam sekitar yang didominasi bukit dan hutan yang lebat menghadirkan panorama yang cukup memukau.

Belum lagi aliran sungai yang memasok ke area bendungan menghadirkan panorama tersendiri. Suasana yang asri menjadi nilai tambah Bendungan Kalibumi untuk tujuan wisata. Di lokasi ini wisatawan dapat berfoto, memancing, berkemah, menjelajah alam, atau cukup bersantai di atas bendungan.

8. Menjelajah Rawa-Rawa di Pesisir Merauke

Rawa Rawa Di Pesisir Merauke
lestaripapua

Mungkin sedikit aneh rawa-rawa digunakan untuk berwisata. Namun, rawa-rawa di pesisir Kabupaten Merauke mempunyai potensi sebagai objek wisata.

Rawa-rawa ini terbentuk dari pasang surut air laut dan air sungai yang bermuara di wilayah tersebut. Daerah rawa-rawa Merauke terbentang di sepanjang wilayah bagian selatan Kabupaten Merauke.

Daerah rawa-rawa ini didominasi oleh tumbuhan pantai, seperti: alang-alang, bakau, nipah, ketapang, pandan, api-api, cemara laut, dan sagu. Rapatnya flora mampu menjadikan habitat bagi beberapa fauna endemik Provinsi Papua.

Beragam ikan, kepiting, dan burung hidup dan mencari makan di lokasi tersebut. Belum lagi fauna-fauna lain yang menjadi penghuninya siap menyuguhkan pemandangan alam yang berbeda. Rawa-rawa pesisir Merauke juga menjadi muara sungai sungai besar sehingga masih sering dijumpai buaya.

Untuk menjelajahi daerah rawa-rawa ini wisatawan dapat memilih jalur alternatif yang disukai, yaitu melalui jalur darat atau jalur air. Jika memilih jalur darat, wisatawan hanya bisa menikmati daerah “pinggirnya”.

Namun, jika melalui jalur air wisatawan akan menjumpai hal yang mengasyikkan. Wisatawan dapat naik perahu yang disewa dari penduduk setempat. Dengan berperahu wisatawan bisa menelusuri rawa-rawa sampai jauh ke tengah. Bahkan, wisatawan bisa menikmati keindahan daerah rawa-rawa dari sisi luar (laut).

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan di rawa-rawa ini. Memancing merupakan cara yang pas untuk menikmati wisata alam di rawa-rawa Merauke. Beberapa rawa tersebut dihuni oleh ikan-ikan lokal yang mampu memberikan pengalaman menyenangkan saat dipancing.

Aktivitas lainnya yaitu mengamati satwa-satwa liar. Bagi yang hobi fotografi, rawa-rawa Kabupaten Merauke bisa menjadi ajang foto hunting.

Wisata Bahari di Papua

Provinsi Papua memiliki alam yang sungguh memesona. Keindahannya mampu menghipnotis siapa saja yang datang berkunjung ke provinsi tersebut.

Pesona alamnya tidak hanya terdapat di wilayah daratannya, pesona alam Provinsi Papua juga terhampar di sepanjang pesisir dan pulau-pulau kecil di provinsi tersebut.

Hamparan pantai berpasir putih di pesisir utara provinsi ini telah dikenal oleh khalayak. Sebut saja Pantai Hamadi, Pantai Base G, dan Pantai Depapre. Pantai-pantai tersebut memang dapat menghadirkan pantai pasir putih yang menawan. Pulau-pulau di bagian utara dan selatan daratan Papua juga menyuguhkan keindahan yang sungguh memesona.

Belum lagi keeksotikan dunia bawah laut Provinsi Papua yang menawarkan sejuta pengalaman yang menakjubkan. Itulah kekuatan wisata bahari yang ditawarkan Provinsi Papua.

9. Pantai Base G

Pantai Base G
@oceaanverkenner91

Nama pantai ini memang unik, Pantai Base G. Nama pantai yang unik ini diberikan oleh Jenderal Douglas Mc Arthur pada waktu Perang Dunia II di wilayah Pasifik melawan Jepang. Pada saat itu kawasan pantai ini diduduki oleh tentara Sekutu dan menjadi Basis G yang merupakan pangkalan utama kekuatan Sekutu.

Pantai ini terletak di Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura dan hanya berjarak 3 km dari pusat kota sehingga mudah dijangkau oleh para wisatawan.

Di pantai yang berpasir putih dan berair jernih ini wisatawan bebas bermain air, berenang, atau hanya sekadar duduk sambil menikmati terpaan angin laut dan pemandangan pantai yang indah.

Ombak pantainya memang tidak begitu besar karena gelombang air lautnya sudah pecah menghantam batuan karang sebelum menyentuh pantai.

Di pantai ini wisatawan juga bisa bermain pasir, mengumpulkan kerang-kerang unik, dan melihat lalu lalang kapal. Pagi dan sore hari dapat menjadi saat yang tepat untuk menikmati eksotika Pantai Base G.

10. Pantai Hamadi Jayapura, Papua

Pantai Hamadi Jayapura
sahabatbigojayapura

Pantai Hamadi ini menjadi salah satu saksi sepak terjang Jenderal Douglas Mc Arthur. Berbeda dengan Pantai Base G, di Pantai Hamadi wisatawan dapat menemukan lebih banyak lagi bukti-bukti sejarah PD II. Bangkai-bangkai tank dan kapal pendarat sisa-sisa perang masih dapat dijumpai di kawasan pantai ini.

Kini saksi perang tersebut telah menjadi tempat bermain atau tempat bersantai bagi warga dan wisatawan yang berkunjung. Pada saat air laut surut, di kawasan pantai ini sering ditemukan bom-bom sisa PD II yang masih aktif.

Di kawasan pantai ini wisatawan juga bisa melihat pemandangan yang unik yaitu orang berjalan di atas air laut. Hal itu bukanlah sulap atau sihir karena di tengah-tengah pantai ini terdapat landasan untuk menurunkan tentara dari kapal perang. Di atas bekas landasan yang terbenam air itulah orang-orang berjalan sehingga tampak seperti berjalan di atas air.

Secara administratif Pantai Hamadi terletak di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Lokasinya cukup dekat, hanya berjarak 5 km dari pusat kota Jayapura.

Selain peninggalan PD II, Pantai Hamadi ini juga memiliki daya tarik lainnya yaitu pasir putihnya yang membentang luas. Sementara itu, ujung pantainya berupa pantai batu karang yang indah. Ombaknya yang landai membuat wisatawan dapat berenang dan bermain di tepi pantai.

11. Pantai Holtekamp, Eksotika Pantai Pasir Hitam

Pantai Holtekamp
wikimedia.org

Secara administratif pemerintahan, Pantai Holtekamp termasuk wilayah Kota Jayapura, tepatnya di Distrik Muara Tami. Kota Jayapura.

Lokasi pantai ini dekat dengan Teluk Youtefa, tetapi berjauhan dengan pantai-pantai terkenal lainnya yang dimiliki Kota Jayapura. Posisinya yang cukup tersembunyi membuat keindahan pantai di Desa Holtekamp ini belum banyak diketahui wisatawan.

Pantai ini berpasir hitam. Butiran pasir hitamnya terbentang di sepanjang pesisir pantai, Pantai Holtekamp menjadi lokasi pertemuan antara air laut dan air tawar dari sungai yang bermuara di pantai ini.

Keunikan inilah yang dimanfaatkan oleh pemerintah setempat untuk menarik wisatawan. Pada saat ini Pantai Holtekam mulai ditata dan dikembangkan dengan membangun berbagai fasilitas pendukung.

Di Pantai Holtekamp wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan wisata, seperti; berenang, mandi, bermain pasir, berjemur, bermain sepak bola, dan voli pantai.

Di pantai ini telah dibangun pondok-pondok untuk tempat menikmati panorama pantai dan tempat beristirahat. Selain itu, tersedia pula pondok-pondok makan yang siap melayani wisatawan yang ingin menikmati kuliner Provinsi Papua.

12. Pantai Depapre, Surga Pemancing dan Penyelam

Pantai Depapre
triptrus.com

Pantai Depapre terletak di Kabupaten Jayapura, tepatnya berada di Distrik Depapre sekitar 35 km dari Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

Pantai Depapre menjadi objek wisata yang patut dikunjungi oleh wisatawan pehobi memancing, snorkeling, dan diving (menyelam). Airnya yang jernih dengan keragaman hayati di dalamnya sangat cocok untuk kegiatan snorkeling dan menyelam.

Posisi pantai ini berada di sebuah teluk kecil bernama Teluk Tanjung Tanah Merah. Bagian daratnya berupa bukit-bukit kecil yang merangkai Pegunungan Cyclop.

Panorama pegunungan inilah yang membuat pemandangan pantai begitu memukau dari atas perahu. Kekayaan terumbu karang dan ikan-ikan Pantai Depapre tergolong tinggi.

Di sepanjang perairan pantai ini terdapat banyak lobster dan bermacam jenis ikan, termasuk ikan hiu. Bagi nelayan dan pemancing, perairan Pantai Depapre merupakan surga untuk berburu ikan.

Wisatawan yang takut berlayar bisa menikmati indahnya Pantai Depapre sambil membakar ikan laut segar. Beragam jenis ikan hasil tangkapan nelayan diperdagangkan di dermaga ikan Pantai Depapre ini. Wisatawan dapat membelinya dengan harga yang cukup murah, lalu menikmatinya di tepi pantai.

13. Pantai Amai, Surga Pasir Putih

Pantai Amai
jayapurakab.go.id

Di Distrik Depapre wisatawan juga bisa menjelajahi Pantai Amai. Pantai ini terletak di Desa Waija, Kecamatan Depapre dan hanya berjarak 5 km dari Pantai Depapre.

Pantai ini menempati sisi lain dari Teluk Tanjung Tanah Merah. Pantai Amai merupakan pantai berpasir putih yang indah. Banyak wisatawan yang datang mengunjungi pantai ini untuk berekreasi dan berenang.

Hamparan pasir putih yang halus menjadi daya tarik utama Pantai Amai. Butir-butir pasirnya sangat halus sehingga begitu lembut saat menyentuh kulit. Para wisatawan dapat menikmati pantai ini dengan mandi sepuasnya, lalu berjemur di hamparan pasir pantai yang putih, menghangatkan badan dengan guyuran sinar mentari.

Di Pantai Amai ini wisatawan juga bisa melihat burung-burung laut yang sedang mencari ikan.

14. Eksotika Bahari Pulau Biak

Pulau Biak
@liapicauly

Pulau Biak adalah sebuah pulau di perairan laut utara Provinsi Papua, tepatnya di utara Teluk Cenderawasih.

Pulau Biak sudah begitu dikenal karena menjadi pangkalan komando tentara Jepang dalam Perang Pasifik atau Perang Dunia II. Di pulau ini pula pernah terjadi perang terbuka antara tentara Jepang dan Sekutu dengan pimpinan Amerika Serikat.

Sejarah panjang itulah yang mengubur keindahan pantai dan dunia bawah laut Pulau Biak. Wisatawan yang datang lebih banyak tertarik pada peninggalan sejarah PD II yang masih banyak berserakan. Baru sedikit wisatawan yang tahu bahwa Pulau Biak mempunyai daya tarik wisata bahari yang layak untuk dijelajahi.

Sebagai bagian dari gugusan Kepulauan Biak, Pulau Biak mempunyai pantai-pantai yang indah. Sebagian besar pantainya berpasir putih dengan panorama yang memesona.

Jajaran pohon nyiur di sepanjang pantai menambah sejuknya suasana. Wisatawan bisa mengunjungi Pantai Adoki, Pantai Paray, Pantai Water Basis, Pantai Bosnik, atau Pantai Korem untuk membuktikan pesona tersebut.

Di sisi lain Pulau Biak masih memiliki pantai-pantai yang belum terekspos, seperti Pantai Anggaduber, Pantai Samber, dan Pantai Padwa. Pesona keindahan pantai-pantai tersebut tidak kalah elok. Bukan hanya pasir putihnya, batu-batu karang pesisir pantainya juga menghadirkan keindahan tersendiri.

Beragam aktivitas bisa dilakukan para wisatawan di Pulau Biak. Kalau bosan berenang, berjemur, atau bermain pasir di pantai, wisatawan bisa mengunjungi pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. Wisatawan juga dapat memancing, snorkeling, atau diving di perairan lautnya.

Gugusan terumbu karang di perairan Pulau Biak masih cukup bagus sehingga cocok untuk melakukan kegiatan tersebut. Saat ber-diving atau snorkeling wisatawan masih bisa menyaksikan sisa-sisa kapal perang dan pesawat peninggalan PD II.

Untuk mencapai Pulau Biak yang termasuk wilayah Kabupaten Biak Numfor ini, wisatawan bisa naik pesawat dan mendarat di Bandara Frans Kaisepo. Jika melalui jalur laut, wisatawan dapat naik kapal dengan waktu yang lebih lama.

Meskipun begitu, perjalanan panjang itu akan terbayar dengan pengalaman menyenangkan selama berwisata bahari di Pulau Biak.

15. Kepulauan Padaido, Surga Laut Papua

Kepulauan Padaido
@deriecamara

Kepulauan Padaido termasuk bagian dari Kabupaten Biak Numfor yang berada di Teluk Cenderawasih. Gugusan pulau ini terdiri atas 30 pulau kecil yang sebagian besar berupa pulau karang.

Posisinya terlindungi oleh Pulau Biak dari gelombang Samudra Pasifik yang terkenal ganas. Oleh karena itu, perairan di Kepulauan Padaido begitu tenang sehingga sangat cocok untuk wisata bahari, terutama memancing dan menyelam.

Gugusan pulau di Kepulauan Padaido terbagi atas Padaido Atas dan Padaido Bawah. Beberapa pulau mempunyai pantai yang indah. Satu di antaranya yaitu Pulau Padaido yang mempunyai hamparan pasir putih yang memukau. Air lautnya begitu jernih dengan ombak yang tenang dan tampak biru membentang.

Pantai Pulau Padaido sangat cocok untuk tempat berenang, berjemur, dan snorkeling.

Potensi yang lebih memikat lagi terhampar di perairan lautnya. Perairan Kepulauan Padaido mempunyai keragaman hayati yang tinggi.

Menurut penelitian Biodiversity Conservation Network (BCN), Kepulauan Padaido memiliki keragaman ekosistem koral terbesar di dunia. Karang di kepulauan ini menyimpan 95 spesies koral dan 155 spesies ikan.

Itulah yang membuat banyak wisatawan asing datang ke Kepulauan Padaido untuk menyelam. Air laut yang tenang dengan jarak pandang yang cukup jauh membuat penyelam leluasa menikmati pesona keindahan dunia bawah laut Kepulauan Padaido. Keragaman koral dan ikannya mampu membuat takjub para penyelam.

Keindahan biota laut juga bisa disaksikan wisatawan di tepi pantai pada saat laut sedang surut.

16. Pulau Mambor

Pulau Mambor
@jeffsule

Pulau Mambor terdapat di sebelah utara Nabire. Pulau Mambor berada di wilayah Teluk Cenderawasih. Pulau Mambor merupakan satu di antara sekian pulau yang membentuk gugusan pulau di wilayah tersebut.

Secara administratif Pulau Mambor termasuk bagian dari Kabupaten Nabire. Untuk menuju Pulau Mambor wisatawan bisa naik long boat atau speed boat dari Nabire selama lebih kurang satu jam.

Di Pulau Mambor banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh wisatawan. Pulau Mambor mempunyai hamparan pasir putih yang menarik. Di pantai ini wisatawan dapat berenang, bermain, dan berjemur.

Selain itu, wisatawan dapat pula berperahu mengelilingi sekitar pulau. Wisatawan juga bisa memancing dan menyelam di kawasan perairan sekitar Pulau Mambor.

17. Pantai Gedo

Pantai Gedo
@ier.gallery

Pantai Gedo terletak di Desa Sanoba, Wahario, Kabupaten Nabire. Dari pusat kota Nabire pantai ini berjarak sekitar 10 km di sebelah timur. Panorama Pantai Gedo ini sungguh menarik.

Hamparan pasir putihnya cukup memikat wisatawan yang datang. Tanaman yang tumbuh berjajar dan rindang di tepi pantai memberikan kesejukan suasana bagi para wisatawan.

Di pantai ini wisatawan bisa berenang, bermain air dan pasir, atau cukup duduk-duduk santai menikmati suasana pantai yang sejuk.

Di kawasan Pantai Gedo ini juga dibangun taman wisata bagi remaja. Taman wisata ini dinamakan Taman Wisata Remaja Pantai Gedo. Taman ini dilengkapi berbagai fasilitas rekreasi.

Di kawasan pantai ini ada juga rumah pondok dan tempa-tempat untuk menikmati suasana Pantai Gedo. Untuk menarik minat wisatawan di taman wisata ini diselenggarakan pertunjukan seni budaya.

Jenis pertunjukan yang sering digelar yaitu pertunjukan musik. Inilah yang membuat Pantai Gedo menjadi tujuan utama para remaja berwisata saat musim liburan.

18. Pantai Lampu Satu

Pantai Lampu Satu Merauke
@azkaenza

Nama pantai ini cukup unik, seunik pesona yang ditawarkannya. Pantai Lampu Satu berupa hamparan pasir yang luas dengan ombak yang begitu landai.

Pada bagian tepi ditumbuhi vegetasi pantai yang rindang. Pantai ini menjadi satu objek wisata bahari di Kabupaten Merauke.

Di pantai ini wisatawan bisa menyaksikan kapal-kapal nelayan berlabuh di dermaga. Pemandangan yang paling Indah di pantai ini adalah ketika matahari tenggelam.

Eksotisme itu semakin indah saat ombak Laut Arafura datang sehingga air laut terlihat seperti emas yang berkemilau. Sunset di Pantai Lampu memang menjadi daya tarik utama pantai ini.

Nama Lampu Satu sendiri berasal dari adanya sebuah lampu mercusuar yang menghadap ke tengah laut di pantai ini. Lampu itu berfungsi untuk memandu kapal-kapal nelayan.

Di sisi lain, wisatawan bisa melihat kehidupan para nelayan yang sebagian besar berasal dari suku bangsa Bugis dan Jawa. Wisatawan dapat melihat nelayan berlabuh, menjual ikan, menjemur ikan, memperbaiki jaring, atau melihat pembuatan perahu tradisional.

Pantai Lampu Satu ini berada di Kabupaten Merauke. Pantai Lampu Satu ini terletak di sebelah selatan dan berjarak sekitar 4 km dari pusat kota Merauke. Pantai tersebut tepatnya terletak di Kampung Imbuti.

Untuk mencapai pantai ini wisatawan memerlukan waktu tempuh sekitar 20 menit dari pusat kota Merauke. Pantai ini sangat landai dengan hamparan pasir yang membentang luas. Pepohonan kelapa yang tumbuh di tepi pantai menjadikan panorama Pantai Lampu Satu begitu memesona.

19. Pantai Urumb

Pantai Urumb
@wulandari_tami

Pantai Urumb terletak di Desa Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Pantai ini berjarak sekitar 30 km dari ibu kota Kabupaten Merauke dan dapat ditempuh dengan jalan darat.

Sebelum memasuki area pantai, wisatawan disuguhi panorama alam Merauke yang memesona. Berbagai tipe tanaman pesisir pantai dan rawa-rawa juga dapat dijumpai oleh wisatawan di sepanjang perjalanan.

Karakter Pantai Urumb sama dengan karakter Pantai Lampu Satu. Pantai yang landai dengan hamparan pasir yang luas menjadi unggulan wisata Pantai Urumb. Saat air laut sedang surut bentangan pantainya bisa mencapai dua km ke arah laut.

Di pantai ini wisatawan bisa berenang, berjemur, mencari kerang, memancing, atau bermain di tepi pantai. Keindahan Pantai Urumb semakin nyata saat matahari turun di cakrawala.

Kategori Papua

Tinggalkan komentar